Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Top 10 Signs Your Procedures Are Too Complex - by Chris Anderson

There are many reasons why procedures become too complex. Many revolve around “too much”, “too many”, or “Idon’t know what you’re talking about.” Reducing the complexity of your procedure is simple. Keep it simple [1].
Less is more. Don’t go into long explanations, use industry- or profession-specific terminology, or try to dispense too much information. Remember — complexity is one of the enemies of consistency and quality. Keep it simple.

How do you know if your procedures are too complex? Here are the top ten signs:

Top 10 Signs Your Procedures Are Too Complex

Penerapan IFRS di Indonesia 2012

Indonesia memutuskan untuk berkiblat pada Standar Pelaporan Keuangan Internasional atau IFRS.

Batas waktu yang ditetapkan bagi seluruh entitas bisnis dan pemerintah untuk menggunakan IFRS adalah 1 Januari 2012.

”Semua persiapan ke arah sana harus diselesaikan karena ini akan dimulai pada 1 Januari 2012. Coba dilihat dampak pada biayanya karena pengalihan standar akan menyebabkan timbulnya ongkos tambahan,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (5/5), saat menjadi pembicara kunci dalam seminar ”IFRS, Penerapan dan Aspek Perpajakannya”.

Menurut Sri Mulyani, konvergensi akuntansi Indonesia ke IFRS perlu didukung agar Indonesia mendapatkan pengakuan maksimal dari komunitas internasional yang sudah lama menganut standar ini.

”Kalau standar itu dibutuhkan dan akan meningkatkan posisi Indonesia sebagai negara yang bisa dipercaya di dunia dengan tata kelola dan pertanggungjawaban kepada rakyat dengan lebih baik dan konsisten, tentu itu perlu dilakukan,” ujarnya.

Selain IFRS, kutub standar akuntansi yang berlaku di dunia saat ini adalah United States General Accepted Accounting Principles (US GAAP).

Negara-negara yang tergabung di Uni Eropa, termasuk Inggris, menggunakan International Accounting Standard (IAS) dan International Accounting Standard Board (IASB).

Setelah berkiblat ke Belanda, belakangan Indonesia menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Mula-mula PSAK IAI berkiblat ke Amerika Serikat dan nanti mulai tahun 2012 beralih ke IFRS.

Tujuh Manfaat Penerapan IFRS

Ketua Tim Implementasi IFRS-Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Dudi M Kurniawan mengatakan, dengan mengadopsi IFRS, Indonesia akan mendapatkan tujuh manfaat sekaligus.

  1. Pertama, meningkatkan kualitas standar akuntansi keuangan (SAK).
  2. Kedua, mengurangi biaya SAK.
  3. Ketiga, meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan.
  4. Keempat, meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan.
  5. Kelima, meningkatkan transparansi keuangan.
  6. Keenam, menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar modal.
  7. Ketujuh, meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

”Pengalaman di Eropa, ada beberapa masalah yang muncul dalam implementasi IFRS, antara lain perencanaan waktu yang kurang matang dan kurangnya dukungan dari manajemen puncak,” tuturnya.

Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Etty Retno Wulandari mengatakan, Indonesia perlu mengadopsi IFRS karena sebagian besar negara di dunia sudah menganut standar akuntansi itu.

Dengan demikian, IFRS dapat meningkatkan perlindungan kepada investor pasar modal. ”Bapepam mewajibkan emiten dan perusahaan publik menyampaikan laporan keuangan ke Bapepam dan menyediakannya pada masyarakat. Laporan tersebut harus disajikan dengan standar akuntansi yang berkualitas tinggi,” ungkapnya.

Recomended Training: International Financial Reporting Standard (IFRS): membahas Concept, Implementaion dan Penyesuaian/Perbandingan IFRS dengan PSAK

Recomended Reading:Wiley IFRS 2010: Interpretation and Application of International Financial Reporting Standards

--------------------------
<sumber: Kompas>

International Financial Reporting Standards (IFRS) - the Concept and Application

Upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan; membuat International Accounting Standard Boards - IASB melakukan percepatan harmonisasi standar Akuntansi internasional khususnya IFRS. IFRS (International Financial Reporting Standards) ini dibuat oleh IASB dan Financial Accounting Standard Boards (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat). Pada pelatihan ini akan dibahas bagaimana dan apa IFRS serta bagaimana pula kaitannya dengan PSAK.

Tujuan Pelatihan

  • Memahami arti pentingnya International Financial Reporting Standards
  • Mamahami ruang lingkup dan konsep pokok International Financial Reporting Standards
  • Memahami accounting treatment dalam International Financial Reporting Standards
  • Memahami konsep reporting dan disclosure dalam International Financial Reporting Standards
  • Memahami perbedaan antara International Financial Reporting Standards dan PSAK
  • Financial Analysis and Interpretation dalam International Financial Reporting Standards

Siapa yang Menjadi Peserta?

  • Lokakarya ini diselenggarakan untuk staf / officer accounting yang ingin memiliki dasar pengetahuan yang luas mengenai best practices bidang accounting khususnya yang berkaitan dengan penerapan IFRS ini sehingga dapat membantu memperlancar pelaksanaan tugas sehari-hari.

Metode Pelatihan

  • Pelatihan menggunakan metode ceramah dalam memahami konsep, dan latihan/studi kasus dalam mendalami teknik aplikasinya.
  • Pada session terakhir para peserta akan membuat action plan, untuk menentukan rencana yang akan diterapkan setelah kembali ke dunia kerja

Pokok-Pokok Bahasan

  1. About IFRS
  2. Akuntansi Komparatif
  3. Harmonisasi Akuntansi Internasional
  4. IFRS vs PSAK
  5. Balance Sheet
  6. Income Statement
  7. Cash Flow Statement
  8. Financial Interpretation
  9. Business Combination
  10. Consolidated and Separated Financial Statement.
  11. Interim Financial Reporting
  12. Financial Instrument

Be the Leader in Finance and Accounting Department!

Finance merupakan fungsi yang unik dan diharapkan menjadi Business Partner yang strategis bagi perusahaan. Finance, dalam skala apapun, harus terlibat dan ikut serta dalam pengambilan keputusan manajemen baik yang bersifat tactical maupun strategic.

Sehubungan dengan itu seorang leader dibidang finance dituntut untuk dapat membawa tim-nya menjadi bagian yang terintegrasi dengan strategic team members, membangun winning team, mempertahankan independent view serta internal control yang efektif. Selain itu, finance tim diharapkan berperan sebagai advisor dan mengakomodasi kebutuhan executive director dan departemen lain.

Oleh karenanya seorang leader di finance dan accounting tidak hanya harus memiliki kemampuan teknis best practices bidang finance & accounting semata, tetapi juga leadership. Kemampuan leadership finance ini akan berbeda dengan leadership di department lain, karena permasalahan dan karakter tim finance sangatlah berbeda.

Untuk menjadi leader di departemen finance, seorang praktisi finance harus memiliki kemampuan dalam:

  • Mengurai dan memecahkan permasalahan laten di departemen finance dan accounting
  • Memilah dan memilih serta mengelola arus informasi yang dibutuhkan dan mengelola sistem informasinya secara efektif
  • Membangun tim finance dan accounting sebagai champion of change

Bagaimana mencapai kemampuan leadership di bidang finance?

Tentunya selain faktor pengalaman, managerial skills, dan bakat kepemimpinan yang terasah, pengetahuan yang berkaitan dengan urusan pengelolaan finance accounting serta kaitannya dengan departemen lain haruslah dimiliki oleh setiap kandidat leader ini. Sebagai tolok ukur atau barometernya seorang leader atau kandidat leader finance accounting haruslah memiliki pandangan dan jawaban atas berbagai pertanya terkait posisi tersebut seperti:

  1. Why Finance is unders pressure?
    Beberapa tipikal permasalahan yang selalu ada di finance dan accounting yang memerlukan pemecahan adalah:
    • Too much detail and complexity
    • Lack of understanding the business
    • Too many measures (too many reports)
    • Lack of risk management expertise
    • Lack of analytical skills

  2. Freedom Fighter
    Bagaimana finance dan accounting dapat mengurangi tingkat kompleksitas dan pekerjaan detail sehingga dapat memiliki ruang untuk proses analisa. Hal tersebut dapat dicapai dengan:
    • Mengelola informasi dan mencegah overload
    • Menyederhanakan system dan report
    • Focus on truth & transparency
    • Mengelola perangkat dan sistim yang dibutuhkan

  3. Meningkatkan peran sebagai Analyst dan Advisor
    Seorang leader finance harus memahami strategi finance dan accounting agar dapat meningkatkan kemampuannya sebagai analyst dan advisor yang selalu dibutuhkan. Untuk itu dia harus mampu:
    • Membangun tim yang kompeten
    • Membangun keahlian berkomunikasi di dalam tim kerja
    • Meningkatkan fungsi control yang efektif
    • Mendukung pengambilan keputusan secara efektif

  4. Membangun finance dan accounting menjadi tim yang adaptive
    • Mengelola system yang adaptive yang berorientasi terhadap customer
    • Cycle planning
    • Focus accountability
    • Mengelola akses terhadap sumber yang dibutuhkan

  5. Membangun tim finance dan acconting sebagai
    • Master of measurement
    • Regulatory of risk
    • Master Cost reduction

  6. Membangun tim finance dan accounting sebagai Champion of change

  7. Meningkatkan kemampuan komunikasi, delegasi, leadership, dsb.
Masih banyak hal tentunya yang belum dibahas disini. Namun uraian singkat ini diharapkan akan menginspirasi dan mengingatkan para praktisi finance akan hal-hal yang menjadi tolok ukur bagi seorang leader di finance and accounting departement sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dan terarah..

Recommended Training: Leading Finance and Accounting Department

Recommended Reading: Management: Leading & Collaborating in the Competitive World